12-10-1928: 'Paru-Paru Besi' Pertama Kali Digunakan

12-10-1928: 'Paru-Paru Besi' Pertama Kali Digunakan

12-10-1928: 'Paru-Paru Besi' Pertama Kali Digunakan

Photo :

  • Wonderful Engineering

VIVA.co.id – Istilah paru-paru besi mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Paru-paru besi bukanlah sebuah alat yang menyerupai paru-paru terbuat dari besi.

Paru-paru besi istilah untuk sebuah tabung ventilator Iron Lung. Ventilator ini berbentuk seperti sebuah tabung ‘raksasa’ dilapisi besi. Fungsinya untuk menstabilkan tekanan udara pada paru-paru yang lemah.

Cara menggunakannya adalah si pasien masuk ke dalam tabung. Seluruh tubuh tertutup, kecuali kepala. Artinya, si pasien bisa melakukan kegiatan rutin meski tubuhnya berada di dalam tabung seperti makan, minum atau pun bercengkerama.

Pasien yang ‘masuk’ di Iron Lung membutuhkan asisten pribadi untuk melayani seluruh kegiatannya.

Hari ini 89 tahun silam, paru-paru besi pertama kali digunakan oleh seorang pasien di Children’s Hospital di Boston, Amerika Serikat.

Pasien yang masih muda itu menderita lumpuh akibat polio. Kebanyakan penderita polio berpengaruh ke kinerja paru-paru, ada yang melemah dan bahkan tidak berfungsi sama sekali.

Seorang dokter dari Harvard University, Philip Drinker, kemudian menciptakan sebuah alat yang bisa digunakan untuk ‘menghidupkan’ kembali paru-paru.

Alat yang diciptakan pertama kalinya itu, Iron Lung, dipakai secara massal. Ini menjadi momen bersejarah untuk Drinker.

“Alat tersebut berukuran 3 x 7 kaki didukung oleh dua pembersih vakum rumah tangga. Saat udara dipompa keluar dari tabung silinder, paru-paru pasien ditarik ke udara yang dikeluarkan saat siklus pompa udara selanjutnya mengalami tekanan. Ini sebuah siklus untuk meniru tingkat pernapasan normal,” demikian penjelasan Today In Science.

Dua kisah penderita polio yang menggunakan paru-paru besi semasa hidupnya dan sering dipublikasikan, yaitu Martha Marson dan Paul Alexander.

Marson menggunakan paru-paru besi hingga 60 tahun. Namun sayangnnya, Marson akhirnya meninggal dunia. Sementara Alexander terkurung dalam ventilator selama 10 tahun.

Namun, nasib baik bagi Alexander. Ia akhirnya bisa bernafas tanpa bantuan paru-paru besi. Alexander pun dinyatakan sembuh.



PPOB Griya BTN

Viva.co.id

Leave a Reply