20-9-1970: Sukses Besar Uni Soviet di Misi Antariksa

20-9-1970: Sukses Besar Uni Soviet di Misi Antariksa

20-9-1970: Sukses Besar Uni Soviet di Misi Antariksa

Photo :

  • www.flickr.com/Lemank

VIVA.co.id – 47 tahun lalu, Uni Soviet berhasil mendaratkan wahana Luna 16 ke permukaan bulan. Misi yang dijalankan wahana tersebut yakni mengumpulkan sampel batuan di bulan untuk dibawa kembali ke bumi. Luna 16 mendarat di Sea of Fertility, area yang kala itu belum dieksplorasi.

Wahana itu telah mencetak sejarah kala itu. Luna 16 merupakan wahana tak berawak pertama dengan kendali dari jarak jauh, yang sukses mengambil sampel di bulan dan kemudian di bawa ke bumi. Misi ini termasuk sukses besar bagi Uni Soviet. Sebab sebelumnya, sudah ada lima kali upaya tapi semuanya berakhir gagal.

Luna 16 merupakan upaya kedua Uni Soviet untuk membawa kembali sampel dari permukaan bulan ke bumi. Misi pertama, Luna 15 menuai kontroversi luas, sebab misi tersebut diluncurkan hanya tiga hari sebelum misi berawak Apollo 11 mendarat di bulan.

Misi Luna 15 gagal, wahana menabrak permukaan bulan beberapa jam setelah manusia pertama di bulan, Neil Armstrong menjejakkan kakinya di area Sea of Tranquility. 

Dikutip dari BBC, Rabu 20 September 2017, kala itu kantor berita Uni Soviet, Tass menjelaskan, ilmuwan Soviet mengerahkan seluruh daya pikir dan tenaganya untuk melengkapi teknologi canggih pada wahana Luna 16. 

Tass melaporkan, wahana tersebut bakal mengeksplorasi bulan dan ruang dekat bulan.
Luna 16 kala itu diperkirakan menghabiskan waktu 26 jam di permukaan bulan. Selanjutnya ilmuwan Soviet mengirim sinyal ke Luna 16 dan memerintahkan untuk kembali ke bumi. 

Pada 24 September 1970, Luna 16 kembali ke bumi dan membawa sampel tanah dan batuan dengan bobot 100 gram. 

Dalam misinya Luna 16 mengambil sampel batuan dan debu dengan menggunakan pengebor elektrik pada ujung lengannya. Elemen ini dipakai untuk memotong bagian sampel yang ada di permukaan tanah bagian atas. Selain pengebor, Luna 16 dilengkapi juga dengan kamera televisi.

Dalam proses pengeboran sampel, website NASA menuliskan, kurang sejam setelah mendarat, bor otomatis pada wahana itu menembus permukaan bulan untuk mengambil sampel tanah. Pengeboran itu dilakukan selama 7 menit, dan kemudian bor berhenti pada kedalaman 35 mm. Setelah itu, bor menarik sampel dari dalam tanah dan mengangkatnya ke busur di puncak wahana, menyimpan sampel berharga itu ke dalam kapsul kecil di ruang utama wahana.

Wahana tersebut meninggalkan stasiun eksperimental di permukaan bulan yang bertugas untuk mengirim data kembali ke bumi. Hasil analisis sampel dari Luna 16, menunjukkan kemiripan dengan sampel tanah yang ditemukan misi Apollo 12 dari Amerika Serikat.

Debat panas lawan AS

Kesuksesan Luna 16 kemudian memunculkan kembali debat perlu tidaknya mengirim awak ke bulan. Sebab tanpa mengirim awak pun, misi Luna 16 bisa membawa sampel bulan kembali ke bumi. Misi tak berawak juga tak membawa risiko keselamatan nyawa manusia. 

Ilmuwan Uni Soviet kala itu berpendapat, misi tak berawak lebih realistis dibanding misi berawak ke bulan. Dari sisi pembiayaan, misi tak berawak antara seperduapuluh sampai seperlima dari biaya misi berawak ke bulan. 

Tapi pendapat Uni Soviet itu dibantah Amerika Serikat. Negeri Paman Sam itu menegaskan, ilmuwan atau awak terlatih yang dikirim bisa mengumpulkan sampel lebih banyak dan lebih baik dibanding dengan wahana tak berawak. (mus)





Viva.co.id

Leave a Reply