Twitter Bisa 'Baca' Kematian Seseorang Hanya dari Status

Twitter Bisa 'Baca' Kematian Seseorang Hanya dari Status

Twitter Bisa 'Baca' Kematian Seseorang Hanya dari Status

Photo :

  • www.pixabay.com/Mizter_x94

VIVA.co.id – Twitter memiliki 328 juta pengguna aktif setiap bulan. Namun, di antara berita terbaru, perdebatan, silang pendapat dan perang meme, kegiatan ini rupanya ‘dibaca’ para ilmuwan dapat memberi petunjuk mengenai berapa lama lagi mereka akan hidup.

Sebuah studi yang ditulis dalam American Journal of Public Health mengungkapkan Twitter bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi perubahan besar tentang kehidupan penggunanya dengan cepat.

Dalam penelitian ini, tim menganalisis cuitan atau tweet berdasarkan geotag selama satu tahun, yaitu periode April 2015 sampai Maret 2016.

Mereka juga mencatat hampir 80 juta postingan dari lebih dari 600 ribu akun. Tweet ini disisir untuk mereferensikan 1.430 makanan populer dan 376 jenis latihan dan aktivitas fisik.

Menurut Quynh Nguyen, profesor epidemiologi dan biostatistik dari University of Maryland, Amerika Serikat, untuk mengukur suasana hati (mood), para peneliti menjalankan tweet tersebut melalui perangkat lunak mesin pembelajaran.

Perangkat ini mempunyai tingkat akurasi sebesar 78 persen dan alat inilah yang akan menentukan apakah jutaan tweet tadi menunjukkan penggunanya bahagia atau tidak.

“Kami memilih untuk memeriksa prevalensi tweet bahagia karena kami berhipotesis bahwa ekspektasi positif akan terkait dengan hasil kesehatan. Namun, bukan berarti kategori ‘tidak bahagia’ mencakup tweet netral dan menyedihkan,” kata Nguyen, dikutip VICE, Rabu 11 Oktober 2017.

Dari semua tweet yang dihimpun, hasil menunjukkan hanya 19 persen pengguna yang mengungkapkan kebahagiaannya, 4 persen yang menyebutkan makanan, dan kurang dari 1 persen membicarakan alkohol.

Sedangkan orang-orang yang bercuit tentang latihan hanya 2 persen. Dengan menggunakan data geolokasi yang tersedia untuk Twitter, Nguyen dan para periset dapat membandingkan kebahagiaan, kebiasaan makan, serta frekuensi latihan pengguna.

“Kami juga bandingkan dengan data hasil penelitian dari Centers of Disease Control and Prevention dan Department of Transportation. Beberapa negara dengan tweet bahagia memiliki angka kematian dini yang kecil,” ujar Nguyen.

Kematian dini rata-rata terjadi pada mereka yang berusia di bawah 75 tahun.

Nguyen menambahkan jika negara bagian yang paling bahagia di Amerika Serikat (setidaknya dari Twitter) adalah Montana, Tennessee, Utah, New Hampshire, Arkansas, Maine, Colorado, dan New York.

Sementara itu, Louisiana memiliki proporsi tweet yang paling rendah diikuti oleh North Dakota, Oregon, Maryland, Texas, Delaware, West Virginia, dan kemudian Ohio.

Meski penelitian ini tidak memeriksa penyebab kematian, tetapi periset mencatat adanya hubungan antara tweet yang mengandung unsur kebahagiaan dan gaya hidup sehat.

Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara kebahagiaan dan umur yang lebih panjang.

Sebuah studi pada 2010 di Belanda menemukan bahwa orang-orang bahagia yang berusia di antara 65-85 tahun, 22 persen mungkin meninggal dunia dalam 15 tahun berikutnya daripada orang-orang yang tidak bahagia.

Penelitian lain juga mengungkapkan suasana hati yang baik sangat berkaitan erat dengan tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi. (ase)



PPOB Griya BTN

Viva.co.id

Leave a Reply